PowerServer 2021, apa saja yang hilang?

Fitur yang hilang (Discontinued) merupakan fitur yang benar-benar lenyap dan tiada berbekas lagi. berbeda dengan istilah penyebutan Obsolete, fitur nya masih tersedia (untuk backward compatibility) namun tidak dikembangkan ataupun di support lagi.

Yuk lihat juga

Skema deployment versi Powerbuilder dan PowerServer

jadi tau kalo versi Appeon Server 2016 bisa digunakan untuk PowerBuilder 9.0 sd 2017

Nah rekan yang ingin tau apa saja fitur-fitur yang Discontinued di PowerServer2021 nanti, yuk kita lihat list nya :

Daftar fitur discontinued pada PowerServer 2021

  1. Web browser Deployment : dengan semakin beragamnya standar internet browser yang beredar, dengan perbedaan yang signifikan untuk produk yang sama pada versi yang berbeda, mengakibatkan kesulitan dalam membentuk suatu standar aplikasi yang dapat berjalan secara native di dalam browser.
  2. IOS deployment : ternyata semudah itu untuk membuat Aplikasi PowerBuilder dengan adanya tools yang sejak lama mungkin kita pernah ketahui Powerbuilder to C sehingga memungkinkan pula kemudahan melakukan compile kembali untuk platform lain seperti IOS ini, namun dkarenakan term and condition yang tidak sesuai dan dianggap melanggar, maka Appeon kesulitan mendapatkan restu dari Apple untuk sekedar menempatkan Appeon Mobile Workspace di AppStore.
  3. Andorid Deployment : walaupun di versi sebelumnya sudah terbukti Appeon mampu membawa Aplikasi PowerBuilder ke level berikutnya (walaupun dengan sekian banyak keterbatasan yang masih menahan) ternyata Google pun tidak membenarkan Appeon PowerBuilder Toolkit untuk menggunakan Android SDK nya dalam menghasilkan APK. sehingga di versi PowerBuilder 2019R2 dan PowerServer2020 untuk dapat menghasilkan APK anda harus compile sendiri (menggunakan Android studio) Project File yang dihasilkan dari package deployment Aplikasi Powerbuilder.
    Admin jadi puyeng…. padahal versi sebelumnya bisa tuh langsung jadi APK yang tinggal install di Android, lagi-lagi hanya karena pelanggaran term and condition (eh… napa sewot ya, pelanggaran ya pelanggaran, suka-suka google mau bikin term of use nya)

Apakah keputusan ini di akibatkan oleh UUD ? ujung-ujung nya duit? karena diskusi yang beredar beberapa alasan antara lain : {1} fitur web dan mobile permintaannya sangat sedikit {2} tanpa fitur web dan mobile harga jual mungkin bisa lebih rendah {3} biaya riset terlalu mahal untuk mengikuti trend web dan mobile {4} kesulitan bersaing dengan banyaknya standar yang berkembang untuk web dan mobile yang bersifat opensource.

Lalu apa yang tersisa ?

yang tersisa adalah semua fitur kecuali yang disebutkan diatas, antara lain : Installable Web Application (IWA) jadi install melalu alamat web di browser, setelah install maka aplikasi desktop yang terpasang akan terhubung dengan Appeon PowerServer sebagai aplikasi DESKTOP CLOUD yang komunikasi data nya menggunakan standar XML/JSON dan komunikasi dengan database tetap di kelola oleh PowerServer.

1 comment on “PowerServer 2021, apa saja yang hilang?Add yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate ▲
%d blogger menyukai ini: